Xiaomi, perusahaan elektronika konsumen dan teknologi manufaktur pandai yang berfokus pada smartphone, perangkat pintar, serta platform internet of things (IoT) telah menyiapkan sejumlah planning buat tahun 2022.

Antara lain memperkenalkan lebih banyak smartphone flagship, lebih banyak lagi produk artificial intelligence of things (AIoT), jaringan ritel lebih luas, serta layanan after sale yang memberi rasa tenang bagi pengguna.

Sebelumnya pada 2021 ini, Xiaomi memperkenalkan sebanyak 16 model smartphone. Xiaomi juga serius menggarap segmen produk AIoT. pada satu tahun sudah terdapat 49 produk ekosistem baru yang diperkenalkan buat pasar Indonesia, mulai asal Mi Smart Band 6 yang mendukung gaya hidup aktif serta Mi Smart Air Fryer 3.5L yang memperkenalkan cara mengolah pintar, sampai aksesori lainnya. Termasuk pula kategori baru yang diperkenalkan tahun ini seperti tablet serta laptop.

“Tahun ini sarat menggunakan peristiwa penting bagi kami, diisi oleh tantangan maupun pencapaian,” istilah Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse dalam informasi resminya.

Melansir dari berita Satu, membangun jaringan ritel di Indonesia pula merupakan salah satu prioritas Xiaomi agar memudahkan pengguna pada mendapatkan produk. telah ada lebih asal 400 Xiaomi Store termasuk Xiaomi Shop dan 4000 lebih Xiaomi Preferred Partner. Alvin menegaskan, cakupan ritel akan terus dikembangkan di 2022 mendatang menggunakan penekanan buat membentuk pengalaman berbelanja yang lebih baik lagi.

Buat layanan after sale, cakupannya lebih asal 150 service center. Sejumlah Xiaomi Store serta Xiaomi Shop pula ditunjuk menjadi collection point, sebagai akibatnya pengguna secara keseluruhan mampu memanfaatkan lebih dari 400 service point.

Xiaomi pula membangun Xiaomi Community buat menjadi “rumah bersama” bagi pengguna yang asal berasal beragam latar belakang buat saling berinteraksi. di 2021, jumlah anggotanya mencapai 2,1 juta, menggunakan dialog intens mencapai 446.090 thread terdiri asal aneka macam topik. Anggota Xiaomi Community juga rutin menggelar rendezvous yang mencapai sebesar 442 sesi meetup.

 

Baca Juga :

  1. 3 FAKTOR YANG MENJADI PENYEBAB KEJAHATAN SIBER SERING TERJADI
  2. TELKOM KENALI KONEKTIVITAS KHUSUS UNTUK INTERNET OF THINGS
  3. APLIKASI BIG DATA UNTUK BISNIS DAN ANALISIS DATA TERBAIK