Platform sosial media TikTok luncurkan kampanye literasi cybersecurity terhadap penggunanya bernama #BeCyberSmart. Kampanye ini diluncurkan dalam rangka menyambut Cybersecurity Awareness Month atau bulan kesadaran keamanan siber dan untuk memberikan edukasi bagi pengguna TikTok buat langkah-langkah menjaga diri safety dari ancaman serangan siber pada internet.
Ancaman serangan siber sendiri memiliki efek yang sangat signifikan seperti halnya serangan fisik karena dapat mengancam keamanan data pribadi seseorang, bahkan dapat mengakibatkan kerugian materi dengan data yang diperoleh.
TikTok melalui kampanye keamanan siber #BeCyberSmart yang juga adalah kolaborasi menggunakan National Cyber Security Alliance (NSCA) berinisiatif buat meningkatkan pencerahan pengguna platform ini pada hal keamanan online, scam atau penipuan, sampai ancaman dari hackers dan mengedukasi pengguna tentang ancaman cybersecurity yang berpotensi menyerang keamanan akun.

Melansir dari WerSM, kampanye akan dilakukan melalui serial video yang diunggah pada TikTok oleh para karyawan TikTok serta termasuk pula Chief Security Officer TikTok Roland Cloutier, hingga creator TikTok seperti komedian Alex Falcone dikonfirmasi akan ikut dan berpartisipasi.
Pengunggahan video di TikTok sendiri dilakukan buat menghasilkan inti kampanye mampu disampaikan dengan ringan, mudah diakses, dan pribadi ke inti kampanye. pada kampanye ini, para creator populer di TikTok juga akan ikut dan melakukan kampanye keamanan siber.
Para creator terkenal, termasuk pula karyawan TikTok melalui video pendek yang diunggah akan membicarakan peristiwa kejahatan siber dan tindakan-tindakan yang bisa diambil oleh pengguna buat dapat menghadapi ancaman tersebut.
Melansir dari Digital Information World, beberapa orang tentunya akan melihat gerakan kampanye keamanan siber ini cukup menarik. Pasalnya, perangkat lunak TikTok sendiri juga memiliki tantangan pada hal cybersecurity. di faktanya, TikTok sendiri berada dalam pengawasan pada aneka macam negara sebab dicurigai menempatkan data penggunanya di risiko yang mengancam privasi.
The Dutch Data Protection Authority, The European Data Protection Board, serta Senat Amerika perkumpulan hanya sebagian asal beberapa forum besar di berbagai negara yang secara aktif menginvestigasi TikTok yang dicurigai mengancam keamanan data pengguna, yang sangat membahayakan sebab kebanyakan pengguna TikTok artinya anak muda.
Maka melalui kampanye ini, jelas TikTok berharap meninggalkan tuduhan tadi dan dengan kerja sama bersama NSCA TikTok kemudian berharap buat memperluas edukasi cybersecurity terhadap publik dan mengembangkan informasi dari #BeCyberSmart ke platform yang lebih luas.
Kampanye #BeCyberSmart sendiri pula diluncurkan beberapa minggu setelah TikTok mengumumkan keputusannya buat menjadi sponsor acara perdana US Cyber Games serta US Cyber Team buat mendukung dan menginspirasi anak-anak belia berasal berbagai kalangan buat melanjutkan karir pada bidang cybersecurity.
Melalui popularitas TikTok terhadap anak muda, maka TikTok melihat potensi bahwa platform ini bisa menjadi katalis buat menaikkan pencerahan tentang berita keamanan siber serta menjadi topik yang diminati bagi generasi yang akan datang buat melanjutkan karir pada bidang terkait.
Baca Juga :
