PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus melakukan penemuan pada membuatkan platform Internet of Things (IoT) di Indonesia. Hal ini pun dilakukan melalui dua lini, yaitu konektivitas Long Range Wide Area Network (LoRaWAN) serta platform IoT Antares.

LoRa sendiri artinya sistem komunikasi nirkabel untuk IoT yang memperlihatkan komunikasi secara jarak jauh serta berdaya rendah. LoRa yang ekonomis dalam penggunaan daya ini ditimbulkan oleh contoh komunikasi asinkronus, yang berarti suatu node hanya akan melakukan komunikasi apabila ada daya yang akan dikirimkan.

LoRa pun bisa digunakan buat berbagai macam aplikasi IoT, misalnya buat smart city di mana LoRa dapat mendukung sensor-sensor berinteraksi secara langsung. Secara lebih spesifik, LoRaWAN merupakan protokol jaringan bagi perangkat LoRa yang besifat open source didukung LoRa Alliance.

Teknologi ini pun memiliki keunggulan buat ekonomis baterai dan beroperasi di frekuensi 920-923 MHz. Selain itu, LoRaWAN juga memenuhi persyaratan penting IoT, seperti komunikasi dua arah, keamanan end-to-end, mobilitas, serta layanan penentuan lokasi.

 

Perangkat dan protokol LoRaWAN memungkinkan aplikasi IoT buat bisa memecahkan beberapa tantangan besar yang dihadapi manusia, mirip manajemen tenaga, pengelolaan sumber daya alam (SDA), pengendalian polusi, efisiensi infrastruktur, pencegahan bencana, serta masih banyak lagi.

Melalui lebih dari 158 juta perangkat yang terhubung ke jaringan di 92 negara yang akan terus berkembang pada masa depan, LoRaWAN secara demografis sangat cocok buat dikembangkan pada Indonesia buat mendukung IoT.

Telkom LoRaWAN dan Antares sendiri adalah 2 hal yang saling berkaitan. Antares menggunakan sertifikasi internasional berasal OneM2M dapat mengakomodasi protokol internasional serta standar teknis guna memastikan interoperabilitas serta konektivitas tanpa batas buat setiap perangkat yang akan diintegrasikan dengan IoT.

Penggunaan yang mampu dikembangkan dalam platform IoT Antares juga Telkom LoRaWAN, antara lain mirip smart utilities, smart PJU, tracking assets, environment monitoring, smart poultry, dan masih banyak lagi.

Konektivitas di IoT Service Solution pun tidak terbatas di konektivitas dari LoRaWAN, namun pula bisa menggunakan teknologi lainnya seperti BLE, RFID, Wi-Fi, NB-IoT, GSM, satelit, serta sebagainya.

Telkom LoRaWAN pun telah terkoneksi hampir di sebagian Indonesia, serta sejauh ini telah terpasang sebanyak 592 gateway LoRa asal Sabang sampai Merauke guna mendukung IoT dengan baik pada Indonesia.

 

Baca Juga :

  1. PERKUAT LAYANAN PELANGGAN CARRO LUNCURKAN FITUR SUARA BERBASIS AI
  2. BIZNET GIO KEMBANGKAN EDGE COMPUTING UNTUK PERCEPAT TRANSFORMASI DIGITAL UMKM
  3. MAHASISWA ITS RANCANG ROBOT PENGHANCUR SAMPAH LAUTAN BERBASIS IOT
  4. TELKOM KERJASAMA DENGAN MICROSOFT UNTUK TINGKATKAN KETERAMPILAN DIGITAL