Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung peningkatan produktivitas industri mungil dan menengah (IKM) indera angkut dengan melakukan implementasi serta penciptaan ekosistem teknologi industri 4.0 di sentra-sentra produksi mereka.

Tujuan program implementasi teknologi industri 4.0 ini pun tidak hanya buat menaikkan produktivitas IKM alat angkut, namun juga buat menjalin sinergi antar pemangku kepentingan dalam menerapkan industri 4.0 itu sendiri, khususnya antara IKM alat angkut dengan industri otomotif besar.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, bahwa penjualan ritel melalui platform digital yang melonjak hingga 65% ketika pemberlakuan pembatasan sosial dampak COVID-19 menunjukkan bahwa ekosistem digital yang diubahsuaikan oleh sebuah negara, khususnya di bidang industri, logistik, serta ritel memegang peranan penting untuk kestabilan ekonomi.
“Industri 4.0 ialah era yang menyertakan kemajuan teknologi dan pula konektivitas internet sehingga peningkatan efisiensi saat produksi dan penyajian data secara real time dapat dicapai,” istilah Agus dalam program Kick Off Ekosistem Industri dan Implementasi 4.0 pada IKM alat Angkut, melansir berasal IndoTelko, Senin (13/12/2021).
Beberapa teknologi 4.0 yang bisa diimplementasikan untuk peningkatan produktivitas, antara lain adalah internet of things (IoT) dan artificial intelligence (AI). Selain itu, melalui Enterprise Resource rencana (ERP) yang telah diadaptasi oleh berbagai penyedia layanan, teknologi dari industri 4.0 lalu bisa membantu industri dalam memenuhi kebutuhan.
Maka dari itu, Agus kemudian menuturkan bahwa implementasi teknologi 4.0 ini diharapkan bisa menjadi investasi krusial bagi industri, termasuk industri besar maupun IKM buat bisa mendukung produktivitas dan kemajuan usahanya.
pada sektor industri otomotif, Agus menyampaikan bahwa IKM memiliki peluang besar untuk menangkap kebutuhan di industri besar yang berupaya buat menaikkan jumlah tingkat komponen pada negeri (TKDN).
di bulan Januari-September 2021 sendiri, jumlah penjualan tunggangan roda empat atau lebih dalam negeri mencapai 627.545 unit dan total unit penjualan tunggangan roda dua dalam negeri ialah sebesar tiga.761.407 unit.
“Peningkatan TKDN dibutuhkan berdampak pada luasnya peluang bagi IKM, terlebih bila didukung menggunakan peningkatan produktivitas melalui implementasi ekosistem industri 4.0 dalam proses produksi,” kata Agus.
dari Agus, IKM wajib mampu buat terus menaikkan kemampuan serta kualitas produknya dengan mengikuti perkembangan teknologi modern. Hal ini sinkron dengan rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 menggunakan proyek utama berupa perluasan adaptasi serta pemanfaatan industri 4.0.
perluasan dan pemanfaatan industri 4.0 ini dilakukan untuk dapat menaikkan produktivitas, efisiensi, kontribusi nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan industri nasional sehingga lalu dibutuhkan bisa memberi dampak terhadap peningkatan kontribusi industri pada PDB.
Menperin Agus lalu mengapresiasi upaya berasal industri akbar otomotif nasional mirip PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), PT Astra Honda Motor (AHM), PT Komatsu Indonesia dan Tier 1 industri otomotif yang selama ini sudah menjalin kemitraan dengan IKM dan mendukung pertumbuhan industri otomotif pada negeri melalui penciptaan ekosistem teknologi 4.0.
Selain itu, Agus pula memberikan bahwa ekosistem industri 4.0 yang ingin dibangun tidak tanggal asal sinergi dan kolaborasi dengan aneka macam pemangku kepentingan. Mulai asal pemerintah menjadi regulator akselerasi implementasi industri 4.0, technical provider menjadi penyedia teknologi industri 4.0, investor, konsultan, sampai akademisi sebagai pencetak sdm serta inovasi industri 4.0.
sementara Plt. Direktur Jenderal Industri kecil, Menengah, serta Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan bahwa pihaknya akan membuatkan ekosistem industri 4.0 di pusat Logam Kabupaten Tegal guna mendukung produktivitas IKM di daerah tersebut, yang sebagian besarnya merupakan supplier dari Agen Pemegang Merek (APM) tunggangan roda dua, roda empat, serta alat berat.
“Kemenperin telah melaksanakan program penerapan industri 4.0 bagi IKM alat angkut melalui pendampingan implementasi penerapan teknologi 4.0 menggunakan pilot project pada PT Bimuda Karya Teknik (BKT), yaitu IKM yang sudah menjadi supplier untuk PT Metindo Era Sakti (MES) menjadi tier 1 berasal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN),” celoteh Reni.
Reni pula mengungkap bahwa di pilot project tersebut, telah dilakukan pemasangan sensor IoT di mesin produksi PT BKT yang disertai dengan pendampingan energi pakar sehingga PT MES kemudian bisa memantau perkembangan pemesanan secara real time pada PT BKT.
Baca Juga : Klik Disini