Pelaku kejahatan terkait dengan aksi spionase di internet, kedapatan berusaha memikat pengguna Android dengan aplikasi VPN palsu. Para peneliti ESET menyebutkan, VPN palsu di Android ini merupakan versi trojan aplikasi resmi SoftVPN dan OpenVPN. Mengutip BleepingComputer, Senin (28/11/2022), metode ini bertujuan mencuri data kontak dan panggilan, lokasi perangkat, serta pesan dari berbagai aplikasi. Adapun para peneliti malware di ESET menyebutkan, operasi itu terkait dengan pelaku kejahatan canggih yang dikenal sebagai Bahamut.

Diyakini, Bahamut adalah kelompok yang menyediakan layanan sebagai peretas bayaran. Analis malware ESET, Lukas Stefanko, mengatakan, Bahamut memodifikasi SoftVPN dan OpenVPN dengan menambahkan kode untuk memata-matai korban. Dengan cara ini, pelaku kejahata dapat memastikan aplikasi tetap menyediakan fungsionalitas VPN kepada korban. Tanpa mereka sadari, informasi pribadi korban yang menginstal kedua aplikasi VPN palsu ini sudah dicuri oleh pelaku kejahatan siber. Untuk menyembunyikan aksinya dan untuk kredibilitas, Bahamut menggunakan nama SecureVPN (layanan VPN sah). Pelaku juga sengaja membuat situs palsu dengan nama [thesecurevpn], dipakai untuk mendistribusikan aplikasi berbahaya buatan mereka. Stefanko mengatakan, aplikasi VPN buatan pelaku dapat mencuri kontak, log panggilan, detail lokasi, SMS, dan memata-matai obrolan di aplikasi pesan, seperti Signal, Viber, WhatsApp, Telegram, dan Facebook Messenger. Peneliti di ESET juga menemukan ada delapan versi aplikasi VPN mata-mata buatan Bahamut, dan semuanya memiliki nomor versi berurutan. Hal ini menandakan pelaku terus meng-update aplikasi VPN palsu tersebut, sehingga terlihat memang aktif dan didukung oleh pengembang.

Apple Akan Rilis Lockdown Mode