Masyarakat mempunyai peran penting dalam mendeteksi dini aktivitas yang mampu mengakibatkan deforestasi. peran warga yang dimaksud mencakup aktivitas patroli terpadu serta berdikari pada hutan adat, hutan nagari serta hutan kemasyarakatan. pada wilayah ini rakyat memiliki kekuasaan aturan buat mengelola lahannya.
Berdasarkan ketua acara KKI-Warsi Riche Rahma Dewita, saat ini telah terdapat sejumlah teknologi modern yang mampu membantu pada mendeteksi dan melestarikan lingkungan, pada antaranya:

Pertama, teknologi AI untuk deteksi dini penebangan liar. Teknologi ini salah satu teknologi yang dipergunakan untuk membantu upaya pencegahan kerusakan hutan adalah teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini dipergunakan buat menangkap suara-suara terkait kegiatan pengrusakan hutan, misalnya penebangan pohon secara liar (illegal logging) dan perburuan ilegal.
Teknologi ini dinamakan ‘Guardian’, sebuah software teknologi digital yang diinisiasi oleh forum non-profit Komunitas konservasi Indonesia Warung info perlindungan (KKI Warsi) bekerja sama dengan National Committee of the Netherlands (IUCN), sebuah forum perserikatan dari Belanda yang berkecimpung pada bidang perlindungan serta pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
“KKI Warsi mulai menggunakan Guardian Dari tahun 2018. alat ini membantu warga di sekitar hutan nagari yang sudah melakukan praktik pengamanan serta perlindungan hutan sejak dahulu. Sejauh ini, ada 26 titik instalasi Guardian pada area resmi supervisi masyarakat seperti area hutan nagari Sumpur suci Sijunjung, Sumatera Barat,” kata Riche Rahma Dewita, koordinator program KKI-Warsi melalui informasi.
Indera ini dipasang pada zenit kanopi hutan atau dedaunan pohon-pohon tropis menggunakan ketinggian yang bisa mencapai 30 meter. Data suara yg tertangkap ini lalu dikirimkan melalui streaming ke server cloud buat dianalisa menggunakan contoh AI pendeteksi suara, khususnya suara alat tebang pohon, tunggangan, bunyi insan, serta bahkan tembakan.
“Ketika AI pendeteksi bunyi mengidentifikasi sebuah bunyi tertentu, maka tim KKI Warsi akan mengecek serta melakukan verifikasi suara. Bila terverifikasi menjadi aktivitas perusakan hutan, maka tim akan menghubungi lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) buat melakukan patroli pada daerah insiden,” istilah Riche.
Baca Juga :
1. ALIBABA CLOUD PERKENALKAN KOMPUTASI AWAN UNTUK MASYARAKAT GO DIGITAL
2. KOMINFO JALANKAN PROGRAM PENGEMBANGAN UNTUK TALENTA DIGITAL DI 2022
3. BRIN DUKUNG ASEAN UNTUK BUAT PETA JALAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI AI