Sebagai seorang dosen dan guru pastinya memahami dengan benar manfaat mengubah hasil penelitian menjadi buku. Sehingga hal ini kemudian dilakukan secara rutin, terutama bagi dosen yang aktif melaksanakan penelitian sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma. 

Hasil penelitian yang diimplementasi oleh dosen tidak hanya dibuat menjadi laporan hasil penelitian. Hasil penelitian ini kemudian dimuat ke dalam bentuk buku untuk kemudian diterbitkan ke penerbit pilihan. 

Prosesnya tentu tidak sebentar, karena sesudah melakukan penelitian dosen perlu menyusun dua bentuk karya tulis ilmiah. Pertama, laporan hasil penelitian tersebut yang diberikan atau diserahkan ke pihak kampus dan lembaga atau kementerian yang memberi dana hibah penelitian. 

Kedua, menyusun hasil penelitian menjadi buku yang tentu jumlah halamannya lebih banyak. Mengingat satu judul buku minimal ada 200 halaman, beberapa penerbit memiliki standar minimal 300 halaman. Kira-kira apa saja manfaat yang didapat dari mengubah hasil penelitian menjadi buku, mengingat prosesnya lebih panjang dan melelahkan. simak berikut ini.

Manfaat Mengubah Hasil Penelitian Menjadi Buku

Menulis menjadi kewajiban bagi para dosen di Indonesia. Maka menulis kemudian menjadi rutinitas, sama halnya dengan rutinitas mengajar yang dilakukan dosen di kampus setiap harinya.

Dosen membutuhkan banyak bahan, banyak ide, dan lain sebagainya untuk bisa produktif menulis dan memenuhi kewajiban tersebut. Sebagian besar dosen kemudian mengubah hasil penelitian menjadi buku.

Dimulai dari tesis dan disertasi, termasuk juga skripsi yang disusun oleh para dosen semasa menempuh pendidikan tinggi. Kemudian, sejalan dengan perjalanan karirnya sebagai dosen maka seluruh hasil penelitian yang dilakukan kemudian dibuat menjadi buku.

Rupanya, mengubah hasil penelitian menjadi buku memberi banyak sekali manfaat bagi dosen. Berikut beberapa diantaranya:

1. Meningkatkan Manfaat Hasil Penelitian

Manfaat mengubah hasil penelitian menjadi buku yang kedua adalah meningkatkan manfaat hasil penelitian. Dalam hal ini lebih ke laporan penelitian tugas akhir seperti skripsi, tesis, dan disertasi.

Tugas akhir biasanya hanya terdiri dari beberapa lembar untuk bagian isi yang membahas hasil penelitian. Kemudian dijilid dan diarsip secara pribadi oleh mahasiswa dan satu lagi diarsip pihak kampus untuk disimpan di perpustakaan.

Padahal, hasil penelitian ini bisa lebih bermanfaat lagi bagi penyusunnya dan bagi orang banyak jika ditulis menjadi buku. Buku yang disusun kemudian diterbitkan dan bisa menjadi referensi lebih banyak orang.

Sekaligus bisa meningkatkan angka kredit jika yang bersangkutan nantinya menekuni profesi menjadi dosen atau mungkin guru. Jadi, dengan mengubah hasil penelitian menjadi buku maka sama artinya mencoba meningkatkan atau memperluas manfaatnya.

2. Memperbanyak Jumlah Pembaca

Jika hasil penelitian hanya disusun menjadi laporan dan diterbitkan dalam bentuk jurnal. Maka jumlah maksimal pembacanya ada ribuan orang. Namun jika diubah menjadi buku dan diterbitkan lewat penerbit, pembacanya bisa jutaan.

Jika buku diterbitkan secara online atau mungkin bisa bertengger di toko buku besar. Maka jumlah pembacanya akan terus bertambah dan bisa dibaca seluruh masyarakat Indonesia. Jadi, manfaat mengubah hasil penelitian menjadi buku salah satunya adalah bisa memperbanyak jumlah pembaca.

3. Meningkatkan KUM atau Angka Kredit Dosen

Manfaat pertama yang bisa didapatkan dosen jika mengubah hasil penelitian menjadi buku adalah bisa meningkatkan kum atau angka kredit. Dalam profesi dosen, terdapat istilah kum atau angka kredit dosen.

Kum sendiri adalah nilai akumulasi dari setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dosen dalam bentuk poin-poin. Satu tugas pokok dosen maupun tugas penunjang diberi sekian poin dan masuk ke dalam kum tersebut. 

Kum yang memenuhi jumlah tertentu membuka kesempatan bagi dosen untuk naik jabatan akademik. Mulai dari kum 150 yang membantu dosen mengisi jabatan Asisten Ahli, kemudian yang tertinggi adalah Guru Besar dengan kum minimal 850. 

Dosen yang bertanggung jawab atas profesinya dijamin akan selalu berusaha meraih kum tertinggi demi jabatan akademik tertinggi. Sehingga dosen bisa mendorong kenaikan nilai akreditasi kampus dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di dalamnya.

4. Meningkatkan Manfaat Hasil Penelitian

Manfaat mengubah hasil penelitian menjadi buku yang kedua adalah meningkatkan manfaat hasil penelitian. Dalam hal ini lebih ke laporan penelitian tugas akhir seperti skripsi, tesis, dan disertasi.

Tugas akhir biasanya hanya terdiri dari beberapa lembar untuk bagian isi yang membahas hasil penelitian. Kemudian dijilid dan diarsip secara pribadi oleh mahasiswa dan satu lagi diarsip pihak kampus untuk disimpan di perpustakaan.

Padahal, hasil penelitian ini bisa lebih bermanfaat lagi bagi penyusunnya dan bagi orang banyak jika ditulis menjadi buku. Buku yang disusun kemudian diterbitkan dan bisa menjadi referensi lebih banyak orang.

Sekaligus bisa meningkatkan angka kredit jika yang bersangkutan nantinya menekuni profesi menjadi dosen atau mungkin guru. Jadi, dengan mengubah hasil penelitian menjadi buku maka sama artinya mencoba meningkatkan atau memperluas manfaatnya.

5. Memperluas Manfaat Hasil Penelitian

Pembaca artikel ilmiah dalam jurnal yang membahas hasil penelitian secara umum adalah masyarakat ilmiah. Yakni dari kalangan akademisi, mulai dari mahasiswa, dosen, sampai guru.

Jika ingin memperluas manfaat dari hasil penelitian maka dosen perlu mengubahnya menjadi buku dan diterbitkan lewat penerbit. Jadi, manfaat mengubah hasil penelitian menjadi buku adalah memperluas manfaatnya.

Tidak hanya untuk masyarakat ilmiah namun juga untuk masyarakat umum. Sebab bisa jadi bahasa di dalam buku akan dibuat lebih familiar bagi seluruh masyarakat. Sehingga segmen pembacanya lebih luas dibandingkan dengan artikel ilmiah pada jurnal.

Melalui penjelasan tersebut, tentunya bisa diketahui bahwa ada banyak manfaat mengubah hasil penelitian menjadi buku. Langkah ini ternyata umum dilakukan oleh dosen dan guru di Indonesia. Manfaatnya yang banyak dan luas, membuat langkah ini tepat untuk dilakukan.