Perusahaan dituntut buat melakukan transformasi digital pada lini manajemen dalam mengantisipasi tren perluasan industri yg terjadi pada tahun 2022 ini. Terlebih, perkembangan teknologi yang sedemikian pesat, menjadikan digitalisasi manajemen menjadi salah satu kunci utamanya.

Chief in Representative SystemEver Indonesia Kwon Oh Cheol mengatakan, tahun 2022 sebagai momentum emas bagi Indonesia pada melakukan ekspansi usaha.

“Menjawab kebutuhan digitalisasi manajemen yang terintegrasi, teknologi Entreprise Resource planning (ERP) berbasis komputasi awan atau cloud sebagai penyelesaiannya,” istilah Kwon Oh Cheol pada liputan tertulis yang dikutip melalui Beritasatu.com.

Kwon menyebutkan, SystemEver Indonesia menyuguhkan sistem manajemen terintegasi yg dapat dipergunakan sinkron kebutuhan. salah satunya, SystemEver Manufacture yang cocok digunakan sebab menjawab berbagai problem perusahaan di industri manufaktur.

 

 

“Berkat dukungan ERP, SystemEver Manufacture siap membantu perusahaan industri manufaktur di Indonesia buat pengelolaan persediaan stok serta penentuan harga dasar,” jelasnya.

Selain itu, seri ini pula memudahkan perusahaan pada melakukan berbagai aktivitas usaha, mulai dari mencatat transaksi pembelian, transaksi penjualan, planning penjualan menggunakan sistem konsinyasi, manajemen inventory bahkan sampai analisis laba.

“Keunggulan lainnya berasal produk manajemen ini merupakan tersedianya fitur Visual-K yang spesial . Fitur ini mampu menginformasi pemetaan proses visual serta menyediakan user interface dengan sederhana sehingga pemula bisa beradaptasi dengan cepat ketika menggunakannya,” tambahnya.

Berdasarkan Kwon, dengan kecanggihan cloud yang dimiliki, SystemEver dapat memudahkan karyawan dan pelaku bisnis dalam mengekspor data sesuai kebutuhan menggunakan lebih cepat dan lebih efisien.

Adanya sistem yang saling terintegrasi, juga bisa membantu para pelaku usaha untuk permanen produktif asal manapun serta kapanpun menggunakan memperoleh data secara aman.

“Perusahaan juga bisa meminimalisasi kesalahan input sehingga profit yang dihasilkan bisa diambil lebih maksimal ,” katanya.

 

Baca Juga :

  1. 3 FAKTOR YANG MENJADI PENYEBAB KEJAHATAN SIBER SERING TERJADI
  2. TELKOM KENALI KONEKTIVITAS KHUSUS UNTUK INTERNET OF THINGS
  3. APLIKASI BIG DATA UNTUK BISNIS DAN ANALISIS DATA TERBAIK